Hmm,.,.,
Gengsi. Nilah gaya anak muda jaman ckg.
Malam minggu. Mana ada yang G' keluar rumah. Mana ada yang habisin waktu dirumah. Ckckckck..,.,
Keluar kesana kemari. Pulang pergi. dri sore Ampe malem. Huft,.,.,.
Lihat konser, apel pacar, Jogging, ke rumah tmn, ke distro cari pakaian, ke Cafe, etc.
Beginilah aktivitas di malam minggu. seolah-olah malem minggu mrupakan wktu yang Wajib untuk kluar. Jangankan malem minggu, hmpir tiap hari pun Qt sring kluar kyak gni. Pnya g' punyA uang tetap kumpul ma teman. Tetap keluar kesana-kemari. Pa lgi kalo punyA uang, terasa sekejap langsung abiz. G' nyangka punya uAng banyak klo dibwa keluar langsung abiz.
Pa lagi sekarang ni kalo mo beli pakaian pzti yang asli. Biasanya ke Distro. Punya g' punya uang belinya tetap yg asli. Malu ma teman kale klo g' yg asli. Dari mulai kaos kaki, Celana, celana pendek, boxer/celana dalam, kaos, kaos dalam, bahkan ampe CD pun blinya asli di Distro. Belum lagi accesoris yg lain yg juga g' klah aslinya. ce' co' smA aj kalakuannyA. Truz lagi co' klo [unya motor pzti di modif. Iya klo modifannya baguz, masihlah terlihat sngar. tapi klo modifannya berlebihan, wah kayak g' jadi motor aj. Ckg ni juga bnyak ce' milih co' gra" motor. Q prnah sring melihat pristiwa sperti itu di lingkunganku. Terlihat motoryA sangar, ce'nya cakep + baek lagi. But, co'nyA.,.,.,. !!! Huft, dugal, jelek lagi. G' ush dipikir panjang tu ce' pazti nyari co'nya gra" mtor.
Semua perilaku dan sifat yang ku tunjukkan di atas merupakan pengaruh dari gengsi. Dari semua peristiwa tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa gengsi adalah ’kehormatan dan pengaruh yang diperoleh karena perbuatan besar’. Saat ini memang anak muda jamannya berpikir secara materialistis. Jika da teman yg kaya dipuji, dikagumi, dan di temani. Tpi yg miskin, terhina, g' punya teman, malah dijauhi, etc. sekarang banyak yg melakukan perbuatan apa saja hanya cuma untuk memperoleh kakayaan. Dan kekayaan itu hanya cuma untuk gengsi agar dikenal dan dikagumi oleh banyak orang. Entah itu caranya dilakukan dengan mencuri, berbohong, membuat persembahan, korupsi, ato apapun yg penting kaya dan menjadi orang terpandang tidak ketinggalan zaman. Tulah Hal negatif yg dapat diambil. Gengsi bersifat merusak tatanan hubungan pertemanan. Hanya karena gengsi, sebuah ihubngan teman sejato bisa rusak begitu saja. Dengan demikian gengsi itu merupakan perilaku yang sangat merugikan bagi semua orang. Tetapi orang yang melakukan gengsi tidak begitu sadar kalau hal seperti itu akan merugikan nantinya.
Hal dasar yang mendorong perilaku gengsi adalah :
- Teman-teman kita mengukur kesuksesan adalah dengan materi dan jabatan. Akhirnya, banyak di antara kita ingin menunjukkan kesuksesan dengan cara memperlihatkan banyaknya materi yang dimiliki.
- Ssudah pasti karena budaya dan norma kita. Paling tidak ada ketiga budaya dan norma yang membuat gengsi ini menjadi kebutuhan yang cepat terjadi.
Pertama, teman-teman Qt konsumen Indonesia menyukai untuk sosialisasi. Ini kemudian mendorong seseorang untuk pamer atau tergoda untuk saling pamer.
Beberapa tips Untuk menghilangkan Gengsi :
-Nikmati saja apa yg di punyai, dan bukan yg tidak di punyai.
-Lakukan sesuatu dengan hati yang memang tahu mengapa kita patut melakukan itu, tak ada lagi yg namanya ikut-ikutan / trend. yang pasti hanya utk sesaat.
-Jadilah orang pandai. Berikan kesempatan diri Anda dihargai karena hasil Fikiran dan Perbuatan Anda.
-Menjadi rendah hati & Hidup Sederhana
-Jadilah Diri anda sendiri.
-Banyak Berbuat baik pada sesama.
(Sory ya bahasanya terlalu tua, pa lgi yang saya anjurkan tadi sangat sulit untuk anak muda sperti kitA ini....hehehe)
Penyakit hati ini memang tidak mudah untuk ditindas.
Gengsi akan terus ada selama kita tidak menyadarkan diri sendiri dengan observasi bahwa manusia itu sama. Diciptakan dengan kulit yang bersih dan sewaktu-waktu bisa kotor olehtanah, juga diciptakan dengan rasa malu.
Jadi tak ada alasan buat kita untuk gengsi melakukan hal yang baik meskipun banyak yang berada di luar kebiasaan manusia. Pendorong dari gengsi adalah gencarnya iklan dan promosi yang
menempatkan gengsi sebagai bagian utama. Akibatnya, masyarakat yang sudah memiliki potensi untuk mementingkan gengsi..
Sering dengar padi yang makin berisi itu seharusnya makin merunduk. Tetapi, isi padi masyarakat yang terlalu
mementingkan gengsi cuma seringan kapas.
Jadi Masihkan Perlu Gengsi dalam Hidup.. Coba tanyakan Ke Hati Dan Akal kita.





waaaaaaah cipp !! tapi susah juga ngilangin penyakit gengsi, wkwkwk ..
BalasHapus